PROYEK BANTUAN GUBERNUR DI
DESA AMBULU DIDUGA DIKORUPSI BERJAMAAH

Cirebon Timur, Rajawali News
Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Negeri Cirebon, Gubernur Jawa Barat,
Bupati Cirebon diminta segera bertindak tegas turun ke wilayah Kecamatan Losari
Kabupaten Cirebon, khususnya di desa Ambulu. Diduga banyak proyek bantuan
pemeirntah baik pusat maupun daerah diduga anggaran pelaksanaannya dikorupsi
berjamaah oleh pihak desa maupun pelaksana proyek yang akhirnya pembangunan
yang dilaksanakan terkesan asal-asalan, menyimpang dari bestek yang sudah
ditentukan pihak pemerintah.
Seperti saat
ini di Desa Ambulu, sedang melakasanakan proyek drainase yang dananya berasal
dari bantuan gubernur sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah) Tahun
Anggaran 2014. Dari hasil investigasi team pemburu fakta, pengerjaan yang
dilaksanakan terkesan asal-asalan (amburadul). Belum selesai SPJ, proyek sudah
hancur lebur, diduga dana anggaran proyek dikorupsi oleh oknum aparat desa dan
pelaksana proyek dengan cara berjamaah, makanya hasil pekerjaannya terkesan
asal-asalan.
Warga
masyarakat Desa Ambulu saat ditemui media ini mengatakan “Benar pak wartawan,
proyek pembangunan yang ada di desa kami pelaksanaan pembangunannya
asal-asalan, baik proyek PNPM-Mandiri, proyek ADD, dan sekarang proyek drainase
bantuan dari Bapak Gubernur. Pekerjaan bangunannya asal-asalan, belum apa-apa
bangunannya sudah hancur lebur, hal tersebut sudah jelas dana anggaran yang ada
banyak dipangkas atau dikorupsi oleh pihak Desa Ambulu atau pelaksana proyek
itu sendiri, makanya setiap ada bangunan bantuan pemerintah bangunannya
terkesan asal-asalan (amburadul),” ujar Jam kepada wartawan media ini.
Mustakim, Kaur
Exbang Desa Ambulu saat dikonfirmasi media ini mengatakan, “Mangga konfirmasi
langsung ke Pokmasnya sebagai pelaksana proyek,” ujarnya. Sementara itu Jahari
selaku pelaksana pembangunan proyek tersebut mengatakan, “Pembangunan drainase
yang rusak hancur itu akan saya perbaiki lagi, masa waktu proyek itukan sampai
satu tahun, lagi pula SPJ-nya kan belum jadi (dibuat), proyek tersebut akan
saya perbaiki paling habis 50 juta, tapi orang yang merusak pembangunan itu
akan saya laporkan ke polisi,” ujarnya. Mengiringi pembicaraan “Silahkan bapak
temui Sekdes Nuridin dan Umang, saya kan hanya pelaksana”, lanjut Jahari kepada
media ini.
Nuridin,
Sekdes Ambulu saat ditemui media ini mengatakan, “Proyek senderan tersebut ada
pelaksananya, kami pihak desa hanya membikin SPJ saja dari pelaksanaan proyek
tersebut”, ujarnya. Sementara itu, proyek-proyek yang didanai dari bantuan
pemerintah baik pusat maupun daerah di desa Ambulu diduga banyak dikorupsi oleh
para aparatur desa Ambulu yang bernama Nuridin, Umang, dan Jahari termasuk
kuwunya, “Proyek dikorupsi secara berjamaah”, ujar Ton kepada wartawan media ini.
(Aseng/Yanto)
Komentar
Posting Komentar